Solo dan Naik Kereta ke Yogyakarta

by - 1:22:00 AM

Singkat cerita, saya diajakin Via, temen dari SMA saya untuk berlibur ke Solo sewaktu liburan semester di awal tahun 2016. (dan itu sebelum IP bermunculan). Sebenernya agak galau kalau pergi dengan IP yag belum keluar, takutnya kelewat seneng dan eh...IPnya jeblok. Karena bujukan doi yang sangat dahsyat, dia bilang gini, “Mending kamu liburan sekarang sebelum Ipnya keluar daripada Ipmu udah keluar semua dan jelek, trus gajadi liburan deh.” Dan saya dalem hati bilang, “hmm bener juga ya”. Dan akhirnya saya menjawab untuk ijin ke Mama dulu.

Perjalanan saya berawal dari duduk santai dan tiba-tiba ada Line masuk, ternyata dari Via. Dia masih semangat untuk membujuk temannya yang satu ini. Dan tak lama kemudian, ada Line masuk lagi, ternyata dari.......doi yang nun jauh disana #tsah. Ternyata dari Deandra, dia juga ngajakin saya untuk liburan dan ternyata...ke Jakarta. Ea laris manis sekali bung saya ini haha menjijikan. Berhubung Via yang ngajakin duluan, akhirnya saya bilang bahwa ingin ke Solo. Dan ternyata Deandra juga pengen ikut, let’s say? Alhamdulillah.

Saya disuruh ke rumah Via jam 17.00 saat itu. Aslinya saya berangkat bareng Deandra, namun karena ada suatu halangan akhirnya saya berangkat sendiri.  Setelah sampai di rumah Via, kok terlihat sepi nampaknya..apa jangan-jangan... Saya memutuskan untuk membuka handphone dan terdapat pesan, “Aku udah berangkat, so don’t bother me” – Via. Mampus, ternyata tertinggal. Ingin buru-buru pulang sewaktu itu dan tiba- tiba adiknya Via muncul. Kuberanikan untuk bertanya, dan ternyata…Vianya masih mandi-_-.

Kami bertiga, yaitu saya, Deandra, dan Via ke Solo naik odong – odong. Yakali naik itu. Sebenarnya nebeng Budenya Via yang juga ingin ke Solo. Setelah melewati 2 jam perjalanan, akhirnya kami pun sampai. Sesungguhnya guys, kami bingung mau kemana. Ujung – ujungnya mungkin kami akan ke Paragon lagi. Dan tiba – tiba menuju tengah malam, Budenya Via usul ke kita untuk naik kereta ke Yogyakarta. Let’s say WUAAAAW! Naik kereta? Y X G Q wkwk. Akhirnya kami pun buru – buru untuk mencari jam keberangkatan kereta, mencari destinasi yang dekat dengan stasiun di Yogyakarta, selanjutnya kami juga buru – buru untuk tidur agar esok tidak kesiangan.

Keesokannya, tepat sekali kami tetap kesiangan. Setalah mandi dan blablablah kami pun menggunakan buswaynya Solo gitu untuk ke stasiun. Untung Via handal ya, luv u Vi mwah! Sesampainya di stasiun, kami pun memilih jam keberangkatan 10.35 kalau tidak salah dengan tiket sebesar Rp 7.000,00. Sangat muraaaaah sumpe. Kami pun sok-sokan juga beli jajan buat di kereta. Super excited waktu itu, ditambah posisi kereta yang kami tumpangi juga teramat lucu. Bagai kereta-kereta luar negeri gitude #maafkampungan. Kereta yang kampi tumpangi cukup sepi, mungkin dikarenakan stasiun kita adalah stasiun pertama. Di setiap stasiun, kereta pun turun dan mengangkut beberapa penumpang.

Di perjalanan pun kami mendapatkan teman ngobrol. Bukan kami ding, lebih tepatnya Via. Ada seorang bapak – bapak, atau lebih tepatnya seorang om – om bule yang sedang berlibur ke Solo juga. Mau ke Yogyakarta juga. Dan tinggalnya di hotel Paragon, dekat dengan rumah Budenya Via. Sepertinya orangnya baik, dan om tersebut bertukar nomor handphone. Sesampainya di Stasiun Yogyakarta, omnya ngewhatsapp Via untuk ngajakin dinner. Otomatis saya dan Deandra juga pengen diajak lah ya #superkampungwkwk. Sambil memikirkan baju dan segala macam, kami urungkan ajakan tersebut karena namanya orang asing baru kenal pasti ada macem – macem.

Kami pun melanjutkan perjalanan dari Stasiun ke Pasar Malioboro dengan berjalan kaki. Kami pikir jaraknya dekat, ternyata allahuakbar gempor kaki aing, mana panas pula. Sambil ngobrol dan lalala tak terasa kami pun sampai di Pasar. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan om yang ada di kereta! Saya dan Deandra hanya diam, karena hanya Via lah yang mengerti bahasa om tersebut. Ternyata kami diajak untuk lunch di KFC lol ngga penting sumpe, tapi kami menolaknya. Siapa tau ditraktir lumayan kan ya #otakmahasiswa.
Kami mencoba masuk ke Toko, Benteng Vredeburg yang teramat murah untuk biaya masuknya, dan naik becak motor ke Pohon Kembar. Kononya nih, siapa yang dapat melewati pohon tersebut dengan mata tertutup maka keinginannya akan terkabul. Bukannya percaya atau tidak, iseng – iseng kami pun mencoba. Ternyata yaudah, lurus aja kayak jalan biasa. Yang terpenting adalah, kalau keinginannya ingin terkabul, ya jangan lupa usaha dan doa. Udah itu aja yang dipercaya ya anak – anak. Seusai ke Pohon Kembar, kami pun mencoba untuk masuk ke mall yang berada di Malioboro. Dan tiba – tiba… mati lampu. 


Hari pun sudah sore, saatnya kami pulang. Oiya bila ingin membeli tiket pulang kalau bisa belinya ya waktu di jam kalian mau pulang saja. Umpama nih, saya sampai Stasiun Yogya jam 12.00, di jam tersebut saya ingin membeli tiket pulang untuk jam 18.00 otomatis harga tiket tersebut akan lebih mahal bila dibanding saya membeli di pukul 17.00. Sewaktu kami pulang, penumpang pun membludak! Ada yang sampai lesehan dan ada yang sampai bawa kursi lipat dengan muka ditekuk karena lelahnya bekerja. 

You May Also Like

0 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D