International Language Class with Sahabat Tenggang, FIM OYE, and AIESEC LC Undip

by - 12:34:00 AM

Halooooo! Long time no post! Minggu lalu saya dateng ke rubah finally:”) gara-gara diajak teman saya, Afnurul, and here we are. Jadi, tepat di hari Kamis, 9 Juli 2015, FIMOYE (Forum Indonesia Muda) berkolaborasi dengan AIESEC LC Undip membuat sebuah acara yang bernama ILC atau International Language Class di SDN Tambakrejo 03 (Jl. Kaligawe kp.Tenggang RT.06 RW.07) Semarang.
Poster dari International Language Class (ILC)

Jadi, para anak-anak exchange dari berbagai negara akan mengajarkan kepada adik-adik Rumah Belajar Sahabat Tenggang mengenai culture atau budaya dari exchange participant. Banyak adek-adek yang exited dengan kegiatan tersebut, karena mereka rela mondar mandir dari translator ke bulenya hanya untuk berbicara dengan exchange participant. Mulai dari tanya, “Kak, bahasa inggrisnya kamu dari mana itu apa?”, “Kakkk, ayo kesini aku pengen ngomong sama kakaknya!” dan sebagainya yang membuat kakak-kakak yang lain juga kebingungan ketika ditanya balik dengan bulenya.

Acara pertama dibuka oleh kedua MC yang berasal dari kakak-kakak FIM (wohooy~), lalu diisi sambutan oleh Bapak Kepala Sekolah SDN Tambakrejo 03, Bapak Ketua RT, dan Ketua Panitia yaitu Kak Kania. Setelah itu, para exchange participant dipersilahkan untuk memperkenalkan diri. Mereka berasal dari berbagai negara seperti China, Poland, Belanda, Vietnam, Taiwan, Mesir, dll. Btw, mereka memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Indonesia looh hehehe masih basic sih tapi pronunciationnya lumayan kok^^

Hellooo Kak Kania!
Sewaktu para exchange participants memperkenalkan diri

Setelah itu, adek-adek Rubah dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti Class Time. Di dalam Class Time, adek-adek Rubah diajarkan bahasa asing terutama Bahasa Inggris, unique culture dari para exchange participants, Roll Dance, dan..pokoknya tentang belajar yang mengasyikan deh. Contoh dari unique culture itu seperti Joan, exchange participant yang berasal dari China mengajarkan bagaimana cara memegang sumpit dan dia juga menceritakan hal-hal unik lainnya di China.
Roll Dance


Class Time


Setelah berusaha ngobrol dengan para exchange participant dengan bantuan Afnurul (yehee thankyou Ruul!), saya kenalan sama yang namanya Kaya. Namanya unik, dan dia selalu bilang kepada orang Indonesia yang berkenalan dengan dia seperti ini, “Yeaah I know Kaya in Indonesia is mean rich.” Kaya berasal dari Poland dan dia melakukan perjalanan ke Indonesia selama 20 jam. Jadi, sewaktu di bandara ada kebakaran kecil dan kesalahan teknis gitu yang menyebabkan Kaya tidur di kursi bandara. Poor Kaya. Dia juga menunjukan tempat tinggalnya di Semarang, dengan menunjukan sebuah Peta. Dia tinggal bersama volunteer yang berada di Banyumanik. Sewaktu dia tau posisinya sekarang (di Tenggang), dia shock karena letaknya sangat jauh.

Mereka (para bule) juga ikutan buka puasa bareng loooh. Jadi, acara ILC berlangsung hingga maghrib. Mereka juga ngerasain makanan tradisional Indonesia seperti klepon, katanya sih unik dan mengandung surprise (surprise jare). Ketika sedang memakan klepon, tiba-tiba ada yang meletus di dalam mulut dan terasa manis. Ya! Ada gula jawanya! Penutup dari acara, para exchange participant berbaris dan saling membagikan semacam hadiah yang telah disediakan oleh kakak-kakak yang saya tidak tau kakak siapa. Ada hal unik juga nih, ketika adek-adek Rubah salim kepada bule (memang sudah menjadi kebiasaan usai kelas adik-adik salim kepada kakak-kakak) ada exchange participant dari China juga membungkukkan badan sebagai rasa hormat. Indahnya perbedaan~

Saya dan Afnurul bersama exchange participants dari Vietnam

With exchange participants dari China. Joan dan mas ganteng kesukaan Dita. Haha!




Dan hingga akhirnya para exchange participants pulang dengan menggunakan angkot. Sebenarnya saya ingin duduk dulu di Rubah, tapi berhubung Dita (adek Rubah) yang pengeeen banget foto dan ngobrol sama 'someone' membuat saya juga ikutan mengantar mereka sampai naik angkot. Namun, saat kita sudah sampai ternyata Dita ngga berani ngomong sama bulenya. Akhirnya dia minta tolong untuk memfotokan Dita dengan exchange participant dari China. Kata Dita, "Yampun Kak, aaaaaa~ ganteeeng banget!" Habis foto, biasalah namanya juga cewe langsung ngefly-ngefly gimana gitu. 

Tapi, dari kegiatan ILC tersebut banyak juga yang termotivasi buat lebih rajin belajar bahasa Inggris biar lancar ngomong sama bulenya, pengen ngerasain yang namanya luar negeri, pengen ngerasain salju, dll. Ya yaitu, yang paling semangat Dita. Ngga hanya Dita ding, ada Kushi, Dinda, Vika, dan adek-adek yang lain. Semoga keinginan kalian (dan saya) untuk pergi ke luar negeri segera terwujud yah! Mari aminkan bersama-sama dengan khidmat. Aamiin^^

You May Also Like

3 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D