Satu Hari Explore Semarang

by - 9:40:00 PM

Tepat dua bulan yang lalu (mm, nggak tepat-tepat banget sih) saya kedatangan tamu dari arek Surabaya! Her name is Nita, dan dia adalah sepupu seangkatan saya. Biasanya saya memanggil dia dengan tambahan “Mbak” karena dia adalah anak dari Pak Dhe (padahal dia lebih muda :” ). Awalnya, dia pengen menikmati libur di rumah tercintanya, tepat di sebelah Pulau Jawa, namun dikarenakan KRS yang membuat dia harus datang ke kampus, akhirnya ya dia kembali ke kota perantauannya, Surabaya. Katanya sih di kostannya teramat sepi, hanya ada beberapa mahasiswi yang masih tinggal disana dan sisanya masih di kampung halaman tercinta mereka. Sangat menyedihkan. Dikarenakan kesuwungan yang teramat dahsyat yang menyebabkan dia bimbang kemana ia harus melangkah (read: liburan), akhirnya dia memutuskan untuk ke Semarang! Sebetulnya sih dia ingin kembali ke rumah, namun sangat disayangkan biaya transportnya cukup mahal.

Saya tipikal orang yang bakal bilang,”Lah enaknya kemana….” kalo diajak pergi ke sesuatu tempat dimana kita belum menentukan tempat apakah itu. Berhubung sekarang lagi banyaknya tempat yang kekinian di Kota Semarang dan selalu mager untuk kesana, ya..here we go.

Berawal dari stalking maha dahsyat, saya menemukan foto dari sebuah akun kakak kelas melalui instagram. Kakak kelas tersebut sangat ngehits memang dan tak jarang foto yang dia upload selalu numero uno! Dengan sedikit penasaran, akhirnya saya abaikan untuk bertanya dimanakan lokasi tempat pengambilan foto tersebut. Hingga pada suatu pagi, seperti biasa saya melewati jalanan sigar bencah, saya menemukan kumpulan mobil-mobil VW kuno yang sudah tak berfungsi tepat di kiri jalan. Awalnya, tempat itu teramat sepi. Banyak tukang-tukang yang sepertinya...menyeramkan. Tapi tenang aja dengan adanya pertumbuhan pesat di bidang photography (@exploresemarang), akhirnya banyak orang yang penasaran dan ingin mengasah keahlian mereka dibidang "mengabadikan sebuah momment". Fyi aja sih, disana nggak ada tukang parkir dan nggak ada warung yang jual minuman atau makanan. Jadi ya tetep hati-hati untuk yang bawa kendaraan sama jangan lupa bawa minum karena disana lumayan panas. Nggak lumayan lagi ding, sangat panas. Jadi, datengnya sore atau pagi aja biar asyik. Kalau boleh ya waktu sunrise atau sunset aja deh biar makin asoy. Atau..sebahagia kalian aja deh mau datang kapan yang penting tetep hati-hati. 




Dari sini, kita bisa lihat kota daerah bawah.

Setelah hunting foto di mobil VW (ceilaah hunting coy), kami melanjutkan perjalanan menuju warung kebanggan saya di Tembalang. Sebut saja dia warteg atau warung tegal. Kenapa bisa kebanggaan? Ya soalnya cukup murah dan pilihan menunya banyak. Yey go go visit Warteg Citra Tegal! Setelah itu, kami bingung ingin melanjutkan kemana hingga akhirnya saya teringat tempat ngehits di Semarang yaitu Brown Canyon. Brown Canyon ini ialah tempat penambangan pasir yang sebenarnya proyek ini sudah berjalan sekitar 10 tahun. Jalan untuk ke tempat yang dituju cukup mudah, namun kita akan melewati berbagai medan yang mengasyikan. Jangan lupa bawa masker dan siapkan uang sebanyak 10.000 (untuk 2 orang dan 1 botol air minum).








 Maafkan foto miring ini karena kita cuma pake timer, dengan posisi kamera yang diselipkan ke dalam bebatuan. Saran sih, kalo bisa jangan lupa bawa tripod. Lebih asyik lagi bawa temen yang banyak biar bisa minta tolong fotoin :"") Oh iya belum kenalan, tepat di sebelah kiri saya itu adalah Mbak Nita ^^

Setelah menikmati teriknya matahari, akhirnya kami putuskan untuk ngopi-ngopi cantik diantara kabut. Estimasi perjalanan kira-kira sekitar 30 menit dari Tembalang. Cukup melelahkan apabila kita duduk sebagai penumpang (dasar penumpang kurang ajar) (ga tau diri) (padahal cuma duduk) (ga nyetir). Apabila kalian belum tau dimanakah tempat itu, kalian bisa search di Waze dengan mengetik "Pondok Kopi".






Aaaaah sejuknya! Dan tiba-tiba hujan mulai turun, lalu kami memutuskan untuk pulang saja menggunakan jas hujan. Medan yang ditempuh untuk pulang cukup menyeramkan sehingga kami harus berhati-hati untuk menuju ke bawah. Sesampai di bawah jalanan terlihat kering. Cukup menyedihkan memang ketika kami dilihat, disindir "Ga hujan kok pakai jas hujan" hehe lalu kami putuskan untuk melepas jas hujan yang dipakai. Di perjalanan hujan pun turun dengan riangnya, akhirnya kami memutuskan untuk memakai jas hujan lagi. Dasar abg labil. Sesampai di Tembalang jalanan terlihat kering, poor us. Lalu kami memutuskan untuk tetap memakai jas hujan sampai ke.... Sam Po Kong! Kami memutuskan untuk anti pulang sebelum petang dan melanjutkan perjalanan ke Sam Po Kong. Selama 19 tahun, pertama kalinya kami kesini ahehe. Saya kira tempat ini tutup jam 18.00 ternyata Sam Po Kong tutup jam 21.00!




Habis hunting (ceila hunting), kami merasa lapar sehingga tetiba saya teringat dengan rumah seseorang yang dekat dengan klenteng ini. Rumah Atun! Saya coba line dia ternyata dia ada di rumah haha long time no see with her!

 
Buat kalian yang ngerasa laper dan ingin bersantai sejenak dari lelahnya mengitari Sam Po Kong, kalian bisa mampir ke warung kakaknya Atun. Rumahnya dekeeet banget dari Sam Po Kong. Selain deket, harganya juga terjangkau. Selain harga terjangkau, mungkin bisa kenalan juga sama...Atunnya ehehe.

Sekian perjalanan Satu Hari Explore Semarang bareng sepupu gaul saya, Mbak Nita. Thanks sudah menjadi rider handal yang selalu sabar saya keplak ketika dia nyetir dengan kencang. Thanks untuk selalu mendengar 'my random voice note' dari yang seneng sampe sedih nangis sesegukan. So... Happy Birthday ma sistaaah! Semoga lancar bisnisnya, sukses farmasinya, lancar cita dan cintanya. Much love from Semarang!

You May Also Like

7 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D