Hi!

by - 9:17:00 AM

Assalamualaikum, apa kabar? Iya kamu, apa kabar? Sejak Februari kau selalu tak berkabar. Hanya diam dan menetap di lembar yang mulai usang. Menunggu sesuatu yang terdengar tidak menyenangkan. Berujung pada suatu titik yang akhirnya hanya diam dan mulai bosan.

HAHAHA PARAH.

Abaikan ke-‘ewh’-an intro diatas. Hallo apa kabar, blog? Sudah lama saya tak bersua, hanya untuk menceritakan yang memang ingin diceritakan. Malam ini, iya tepat malam ini, saya mulai stalking tentang blog punya teman. Melihat, apakah ada cerita terbaru dari mereka? Mereka yang mulai dengan sibuk dengan dunianya. Dan tiba-tiba, saya menemukan sebuah komentar balasan yang mengatakan bahwa, “Hi! I miss your adventure’s story!” Sesederhana itu.

Minggu lalu, saya menemui dua orang teman yang sedang menikmati makan malamnya. Karena di tempat tersebut juga menjual ice cream greentea, akhirnya saya ajak mereka untuk menemani. Sebetulnya, setelah teman saya makan, kami akan pergi ke tempat lain. Namun, karena mumpung masih di tempat tersebut, ya yaudah mereka berdua ikut.

Karena diburu waktu, sesegera mungkin kami menuju ke tempat parkiran. Hingga di penghujung jalan, ternyata hujan turun. Padahal ada dua orang teman yang sedang menunggu kami untuk menuju ke tempat lain. Akhirnya kami menepi, diam, memandang hujan dan berharap kapankah langit akan berhenti menangis? (alay) (hiperbola) (maafkan)

Teman saya bilang, “Allahumma Soyyiban Naafi’aa.” Teman saya yang satunya bingung akan arti dari doa tersebut. Akhirnya teman saya bilang, “Jadikanlah hujan ini bermanfaat.” Dan.. perdebatan pun dimulai

“Lah kalau udah baca itu, tapi waktu dijalan jatuh gimana?”
“Ya yaudah berarti nasib. Yang penting, kita doa dulu aja semoga hujan ini bisa manfaat”

Akhirnya kami mengakhiri debat tersebut. Hingga datanglah seorang anak remaja menawarkan koran,

“Excuse me, wanna buy a newspaper?”

Kami yang sedari hanya duduk, akhirnya berdiri dan mengajak anak itu untuk berbincang.  Uniknya, dia menawarkan koran dengan menggunakan bahasa Inggris. Akhirnya kamipun kepo, kepo kenapa dia menawarkan pakai bahasa Inggris, dia tinggal dimana, sekolah dimana, cita-citanya dia, belajar bahasa Inggris darimana. Sekitar 10 menit dari percakapan kami dan adeknya, hujan pun berhenti.

Ada beberapa hikmah dari adanya sebuah “doa sederhana” yang selalu dianggap kecil oleh beberapa kalangan. Namun, dari adanya doa itu menimbulkan anggapan, “Dari doa dan menunggu hujan, mana mungkin kami bisa bertemu dengan anak tersebut. Dia rela bahkan wajib untuk keluar malam-malam demi mendapatkan uang, sedangkan kami? Keluar malam-malam untuk bermain. ”

Cukup menohok, tapi ya mau gimana lagi hehe.
  
Dilain waktu, sewaktu saya menonton tv bersama Mama di sebuah acara musik di tv. Host di acara tersebut bertemu dengan seorang bapak pemulung dimana bapak tersebut diberi challenge. Tantangannya yaitu, mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya selama 2 menit (kayaknya). Sebelum bapak itu melakukan challenge, hostnya tanya “Apabila bapak berhasil, uangnya untuk apa?” dan bapaknya menjawab “Uangnya...untuk persalinan istri saya” (sambil muka sedih) (muka penuh harap)

Dan challenge pun dimulai. Bapaknya mengumpulkan sampah dengan cepat dan giat hingga di penghujung waktu sampah pun dikumpulkan untuk dihitung berapa beratnya. Host mengajak bapak itu untuk membayangkan apabila beliau berhasil atau tidak.

Dan tibalah waktunya pengumuman, bapak tersebut berhasil mengumpulkan sesuai target. Bahkan lebih! Dengan muka berbinar, dengan mata yang tak lepas dari uang yang dia genggam, beliau langsung sujud syukur.

Hidup di bumi ini banyak godaan, godaan hati terutama. Hati yang selalu merasa kurang akan apapun di bumi ini. Padahal segala yang ada di bumi ini adalah fana. Nyadar ngga sih? Ketika kita mengeluh akan datangnya hujan, disisi lain ada yang bahagia karena ojek payung mereka laku keras. Ketika mengeluh akan uang saku yang kita dapat, disisi lain ada orang yang sangat bersyukur ketika mendapat recehan. Ketika kita sedang bersusah hati tidak memiliki jam yang mahal untuk dipakai di tangan, lihatlah mereka yang tidak punya tangan namun tetap bersyukur akan karuniaNya.

#ntms

You May Also Like

4 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D