Hijrah

by - 11:11:00 PM

Hijrah dari suatu tempat ke tempat yang lain nggak semudah yang kalian bayangkan. Saya memang anak yang tidak terlalu dituntut untuk memakai jilbab, dulunya. Ya karena sekolah saya dulu mewajibkan untuk menutup segala aurat, jadilah seperti ini. Nggak semua anak mau masuk di sekolah seperti itu, terkecuali saya sih, ngejar cinta soalnya. KHAHAHA. Bercanda.

Labilnya anak SMP itu wajar. Jadi, ketika ada seseorang yang merasa, “Wah lucu banget rambutku hari ini :3”, “Asikkk hari ini nggak bad hair day”, lalu dia segera mengambil kamera dan berselfielah, selanjutnya di upload ke media sosial dan comment like pun bertebaran. Setelah satu anak mengupload foto selfienya, anak-anak lain pun juga ikutan. So... everybody know you hair, girl. Kalau ada hal seperti ini, please, please jangan ikut-ikutan karena itu merugikan kalian sendiri. Dampaknya memang bukan saat itu juga, tapi suatu saat kalian mengerti bahwa itu perbuatan yang disesalkan. Ya mungkin kalian akan tersadar ketika kalian sudah memakai jilbab. Masa iya tega nunjukin mahkota ke orang yang belum muhrim :’) (sok-sokan melow). Semoga kita selalu membuka hati dan selalu mendapatkan hidayah dariNya ya. 

Setelah memantapkan hati untuk tidak membuka hijab di tempat umum, pasti ada dong rintangan demi rintangan yang perlu kita lalui. Yap, salah satunya dengan jilbab paris. Ngerti jilbab paris kan? Yang tipisnya beneran tipis banget ituh. Dan jilbab kain pun tersingkirkan oleh kehadiran jilbab paris yang memang enteng dan nggak panas. Yaiyalah tipis, hehe. Kalau tipis, lalu apa? Nerawang dong rambutnya. Tapi secara logika dan prinsip ekonomi nih, jilbab paris itu kan murah, dan jilbab langsungan yang memang bener-bener awet harganya 4xnya kerudung paris, jadi...pasti semua orang akan memilih kerudung paris, karena apa? Murah! Yey.

Tanpa disangka, petunjuk dari Allah emang datang dari jalan yang tak terduga. Akhirnya saya dapet info dari sebuah tumblr.com. Untuk menanggulangi kerudung paris yang begitu tipis, kita bisa kok menambahkan 1 kerudung paris lagi biar nggak nerawang. Kainnya double berarti. Lalu akhirnya saya coba. Banyak yang tanya,

“Loh, kamu pake dobel lit? Apa nggak panas?”

“Ciye di doble kerudungnya.”

“Kamu sumuk nggak lit?”

“Kok kerudungmu tebel lit? Caranya gimana?”

Berbagai macam ciye, heran, dan bahkan ada yang makin nyeramahin biar sekalian menutup dada. (karena biasanya disampirkan kanan kiri). I love you all! Ya walaupun kadar ciye dari mereka semakin banyak, dan semakin bikin malu, tapi akhirnya saya bikin “benteng pertahanan diri.” NYAHAHA. Jadi... terserah mah situ mau ngomongin apa yang penting doakan aja moga jadi cewe yang baik dan muslimah #tsaah.

Saya memang mengikuti rohis. Ya karena organisasi tersebut terlihat menarik. Semua anggotanya terlihat sederhana dan nggak ada kata boros deh kalau jajan. Dan yang saya suka setiap ngumpul di serambi masjid, kita kan sering ngobrol-ngobrol tuh nah disitulah rasa ukhuwah dan persaudaraan yang kentel antar sesama muslim. Contohnya nih, saya kan kalau pakai kerudung masih nggak genah. Kadang disampirkan kanan kiri. Kadang dibiarkan menjulur. Kadang dicopot kalau sumuk (eh ini bercanda). Nah, ada tuh orang yang ngedeketin saya bilang gini, “Eh lit, mending to kerudung kamu dikasih pin, soalnya kalo dibiarkan menjulur kayak gitu ntar kan lehermu kelihatan kalo kena angin hehehe.” Dan saya bilang okay. Tapi selanjutnya saya hiraukan lagi muehehe yang penting kan menjulur kebawah. Tapi lama-kelamaan orangtua serta adik saya yang fashionable bilang, “Mbak lita ki koyok cah pesantren og”, “Mbak Lita ki koyok orang desa og, pelosok”, “Kerudungmu kok gitu sih mbak?”, “Jangan-jangan kamu bagian terorpip...”, “Mah aku takut kalo Mbak Lita dihasut aliran sesat.” Hingga akhirnya Ibu saya bilang, “Dikasih pin gitu lho.” Selanjutnya saya pun berpikir. Nggak hanya mikir deng, saya juga ngaca waktu itu. Akhirnya saya nyoba deh kasih pin. And..... I look so beautifffffffckkkk (keselek). Nggak, saya tetap biasa saja. Yang penting nggak dikatain sama mama dan adek deh.

Saya anggap kali ini menjadi super syar’i dengan menjulurkan kerudung hingga bawah, pakai pin pula. Yah namanya setan selalu mengusik hidup manusia dengan berbagai cara, salah satunya dengan menghasut pikiran. Kadang saya berpikir. (Lita kalo mikir kadang-kadang doang ewh). Nggak deng, setiap detik saya berpikir, hanya di suatu waktu saya punya anggapan bahwa...pasti ada orang yang anggep saya sok alim lah, cupu abish, dan blablablah. Namun semua anggapan itu berubah ketika teman dekat saya yang nge-hits seantreo sekolah juga berpenampilan yang beda dari biasanya. 

Iman itu selalu naik turun. Ketika iman saya mulai menunjukan keregresifannya, teman dekat saya itu menggunakan kerudung yang beda dari biasanya, benar-benar menjulur dengan pinnya and she look beautiful, for sure. Padahal pada saat itu saya lagi menyampirkan kerudung kanan kiri. Malu banget rasanya. Padahal dia sering tanya-tanya tentang kerudung yang saya pakai waktu itu. Tapi, ketika iman saya menunjukan keprogresifannya, teman dekat saya malah menyampirkan kerudung kanan kiri. Ahh....manusia. Tapi akhir-akhir ini dia mengupload suatu foto lebarannya, dan dia terlihat sangat syar’i. Yup, she look beautiful. Semoga dia selalu menginspirasi semua orang^^ 

Tentang rangkepan. Dari dulu SD Ibu saya selalu memakaikan anaknya rangkepan. Kata beliau, biar kalau anaknya lagi hiper, pencilakan, lari-lari tetep aman. Seiring bertambahnya usia, saya sering lihat temen-temen saya yang memang alumni dari sekolah superdupermega islamic make rangkepan celana babydoll. Ngerti kan? Celana yang unyu untuk tidur. Padahal saya? Beh....nggak kalah menarik deh.

Nah ini lagi. Lagi-lagi ada aja bahasan yaitu tentang rangkepan waktu kumpul-kumpul di rohis. Intinya kayak gini sih, “Kamu tega ngebiarin kaki putihmu dilihat sama anak laki-laki?” Ya meskipun kaki saya nggak putih-putih amat hehe akhirnya I tried to pake leging dan kaos kaki. Sempet juga ada yang bilang,

“Ciye celana sama roknya balapan.”

“Lit, kamu nggak sumuk?”

"Ribet banget sih"

Kalo orang lihat sih pasti bakal anggep itu sumuk dan panas, tapi setelah make rasanya ya biasa aja. Malah jadi penghangat tubuh kalo AC kelas lagi dingin-dinginnya. Kalau lagi naik motor juga nggak kepanasan. Banyak manfaat deh pokoknya.

Suatu perubahan itu nggak segalanya instan, semua butuh proses, dari proses itulah kita bisa belajar dengan mengambil hikmah yang disampaikan olehNya.Ya meskipun cara berpakaian saya belum seutuhnya sempurna, jalannya juga kadang masih belok-belok super bandel, tolong ingatkan saya ya. Dan by the way semua ini nggak akan ada apa-apanya tanpa pertanyaan, saran, ejekan, doa diam-diam dari seseorang (HAHAHA GA MUNGKIN) dari semua orang mengenai transfromasi penampilan selama ini. Semoga Allah swt makin sayang kalian semuaa!

You May Also Like

0 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D