Sahabat Pena

by - 7:19:00 PM

Berawal dari seorang teman SD yang bernama Syifa mencoba mengirimkan surat kepada suatu majalah, yaitu majalah Bobo. Dan ternyata diterbitkan. Di halaman surat pembaca itu, kebanyakan dari mereka meminta seorang Sahabat Pena, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sapen. Hingga akhirnya surat-surat dari sahabat pena pun datang dikirimkan ke sekolah (karena memang waktu itu Syifa mencantumkan alamat sekolah). Karena dia pun malas akan hal tersebut, akhirnya saya coba untuk kepo-kepo dan semua surat diberikan ke saya. Dan inilah awal mulanya saya mengenal apa itu surat. 

Pertama kalinya mengenal surat? Surat cinta? Yaelah surat cinta, haha. Sesungguhnya ini hanya surat persahabatan, ceilah. Akhirnya saya coba buat balesin surat temennya Syifa, dan saya menyamar menjadi Syifa, karena sewaktu itu saya bingung menjelaskannya. Surat sapennya Syifa pun berdatangan hingga akhirnya saya addict sama yang namanya perangko. Mulai dari perkenalan, sekolah dimana, makanan dan minuman favorit (mafa mifa), idola, tuker-tukeran foto, sampe akhirnya curhat tentang sekolah. Sampai akhirnya 1,5 tahun kemudian, saya dan mereka menyudahi perjalanan surat kami dengan tidak saling membalasnya. Mungkin karena kami sudah mengenal dunia internet sehingga lebih memilih berkomunikasi melalui dunia maya, atau karena kesibukan masing-masing. 

Dan sekarang sudah 6 tahun yang lalu. Nggak nyangka ya dulu melakukan hal-hal absurd, hal yang jarang dilakukan oleh anak-anak di lingkungan ini. Yang dulunya senang sekali ketika pak pos datang, membawa surat lalu duduk membacanya, menyiapkan beberapa kalimat bahkan paragraf untuk membalasnya, mendapatkan teman dari luar kota, dan berharap dapat bertemu dengan mereka. Mungkin nggak sih? Mungkin lah! Haha aamiiin :))                    


And then now it became my memories.

You May Also Like

0 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D