Random

by - 7:14:00 PM

Secara nggak langsung, kesempatan belajar di bangku SMA tinggal sebentar lagi. Kalo lagi bareng temen-temen pasti bakal tanya, “UDAH H-MIN BERAPA INI???!!!” Iya. Saya tau. Udah H-min berapa tapi nilai sama aja. Nggak sesuai ekspetasi. Perasaan juga udah belajar, doa, dan semacamnya, tapi.........oh God why oh no. Mungkin usaha dalam pencapaian sesuatu kurang sungguh-sungguh. But, I have a friend, she’s my classmate. Kita sekelas selama 2 tahun dan ketika saya melihat hasil ujiannya.....oh God.

Sekolah saya memang berisi anak-anak pintar. Tidak hanya pintar ding, juga cerdas. Menurut saya, mereka semua mempunyai kelebihan yang istimewa. Namun sangat disayangkan bila rata-rata dari mereka semua tak mempunyai rasa sosial yang tinggi. Kepintaran mereka hanya terpusat untuk kepentingan mereka sendiri. Tes demi tes telah kita lalui. Hasilnya pun mulai keluar. Ketika  kami berkumpul untuk belajar bersama, seseorang membuka pembicaraan. Sebuah topik hangat yang terpendam di hati. Mereka pun menyatakan pendapat yang sama, semangat belajar dan mengajari pun akhirnya terkumpul. Hingga tiba-tiba ada suatu kalimat terbesit, “Buat apa sih pintar tapi rasa sosialmu sama dengan nol? Buat apa pintar tapi tidak bermanfaat untuk orang lain? Bukankah menyebarkan sesuatu yang baik adalah fitrah?"

Berhubung bentar lagi mau kuliah, sahabat saya pernah berpesan, “Hati-hati nanti kalau udah kuliah.” Belum aja kuliah, menurut saya ke hati-hatian itu harus muncul mulai dari sekarang. Udah kelas 3, temannya bermacam-macam kan? Mulai dari yang pikirannya sehat, pikirannya sakit, bahkan gilapun juga ada. Saya mempunyai teman, dan dia suka membeli minuman keras. Dia meminum bersama kawannya, lalu di post ke sosial media. Bagi seseorang yang jarang melihat kejadian tersebut, terutama dilakukan oleh teman sendiri, rasa kaget pasti ada. Dan yang lebih kaget, dia tidak sadar bahwa ketika dia meminum barang haram tersebut, dia sedang membawa sebuah agama. We see?

Ketika seorang sahabat perempuan saya bertanya, “Heh! Kenapa kamu meminum minuman itu sedangkan kamu tau itu minuman yang diharamkan?”
Dan temanku menjawab, “Di dalam Al-Quran kan memang diharamkan meminum minuman yang memabukkan. Sedangkan alkohol yang terkandung di dalam minuman itu cuma beberapa persen. Padahal kalau alkoholnya dikit, itu tidak memabukkan. Jadi menurutku ya nggak haram.”
Dan dalam hati saya berkata, “Oh God.. Manusia macam apa ini.” Tidak hanya itu, beberapa “anggapan aneh” yang mereka buat juga beragam. Semisal lagi nih.

Teman saya bertanya, “Kalo kamu minum minuman haram, berarti sholatmu nggak diterima dong.”
Dan teman yang lain menjawab, “Mau diterima atau nggak, yaudah. Yang penting aku udah sholat kok.”

Ya Allah....parah. Dan kejadian-kejadian di kelas itu cukup menampar bahwa, “Perdalam lagi ilmu mu, nak!” Alhamdulillah masih bertemu dengan kejadian itu. Tandanya memang Tuhan masih ingin umat-Nya untuk berubah dan memperkuat diri.


Abaikan saja bila tak penting. Semoga ke-randoman ini segera menemukan pencerahan.

You May Also Like

2 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D