Udah kelas 12 ya? Iya.

by - 3:33:00 PM

Ceritanya, saya mempunyai teman yang bisa kalian sebut dengan partner. Karena dia adalah partner saya. Mungkin bagi kalian hal ini akan menjadi biasa saja, namun bagi saya tidak. Yang saya kagumi dari partner adalah dia mempunyai semangat yang tinggi. TINGGI SOBBB!! TINGGI!! Gila, keren. Itulah yang membuat saya kagum. Setelah membaca sampai sini, pasti kalian telah menganggap hal ini biasa saja, namun bagi saya tidak, kenapa? Kenapa semangatnya bisa on fire? Hahaha lucu sih, ceritanya dia lagi suka dengan seseorang dimana yang dia sukai akan mendaftar ke universitas ternama di kota kembang. Dia pun demikian. Dengan semangat belajar yang tinggi, hal itu akan membuatnya semakin berisi akan ilmu, dan taraaaaa perjuangan pun dimulai dan dia berharap agar se universitas dengan ‘crush’-nya. Beda jurusan nggak masalah, yang penting satu universitas. Ya meskipun partner dan crush-nya tidak saling menyemangati. Berbincang saja jarang. Lucu ya. Yang saya kagumi dari dia adalah, dia mempunyai suatu target, dimana targetnya itu konyol tapi membangun dan keren. Semangatnya memang luar biasa. 

Balik kepada diri sendiri. Kenapa saya tidak bisa seperti dia? Setiap orang memang punya caranya tersendiri dalam mengejar impian. Ada hadiah, tuntutan, keterpaksaan, dan salah satunya seperti partner saya. Dengan beriringnya waktu, semoga kita dapat menemukan booster pasion : )

Udah kelas 12 ya? Iya. Pikiran kadang masih ngambang. Mau dibawa kemanakah hidup kita? Cita-cita kita? Masa depan kita? Blur. Ngambang. Ada suatu pikiran, yaitu pengen bisa ke luar kota, karena apa? Biar bisa ngerasain nikmatnya pulang kampung, ngerasain perjalanan pulang, bertemu dengan banyak orang asing, dan banyak lagi. Sebenarnya alasan utama bukan itu sih. Ini konyol, ya karena sebentar lagi adek saya yang laki-laki akan sunat dan menuju akil baligh dan tentunya dia tidak akan mau tidur dengan saya lagi. Berarti tandanya saya harus tidur sendiri. Itu nggak lucu sob. Ya pengen aja ngerasain punya kamar sederhana yang lucu tanpa ada adek yang selalu membuatnya seperti kapal pecah. Memang konsekuensi nggak berani tidur sendiri.

Apapun pilihannya nanti, semoga Tuhan selalu meridhoi. 

You May Also Like

0 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D