Perkataan dan doa

by - 7:42:00 PM


Ayah pernah bilang gini, “Bener ya kalau perkataan itu memang doa. Lihat aja kejadiannya Ayu Tingting yang sering menyanyikan lagu mengenai pacarnya yang tiba-tiba menghilang, Saskia Gotik yang menyanyikan lagu 1 jam saja bersama pacarnya, dsb.”

Akhirnya saya mikir, bener juga ya. Mereka penyanyi, dan selalu menyanyikan nyanyian yang memiliki cerita tersendiri, cerita yang menyedihkan dan ternyata itu terjadi. Padahal nyanyian adalah perkataan, dan perkataan itu adalah doa. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw, “Kullu kalam addu’a, setiap perkataan itu adalah merupakan do’a”

Di dalam kehidupan masyarakat, sering kali kita menjumpai orang-orang yang seenaknya saja mengatakan apa saja yang sedang mereka alami. Dari hal kebaikan sampai keburukan. Namun sangat disayangkan sekali kalau keburukan itu terus menerus dikatakan.

Agak miris, apalagi kalau ngelihat teman-teman yang mengeluarkan kata-kata buruk hanya karena suatu permasalahan. Atau biasa disebut dengan “misuh”, atau juga bisa disebut “memaki”. Misuh, menurut saya adalah suatu perkataan yang buruk untuk melampiaskan suatu permasalahan. Jadi, orang yang misuh itu memiliki rasa kepuasan tersendiri apabila dia telah mengatakannya saat terkena suatu masalah.  Dan lama kelamaan kata-kata misuh tersebut akan menjadi hal yang biasa saja. Miris banget. Ngelihat temen-temen yang jarang, bahkan nggak pernah ngomong kayak gitu jadi ikut-ikutan ngomong gitu. Dan termasuk saya. Kayak menurunkan citra seseorang. Eman-eman banget...astaghfirullahaladzim.

Manusia memang tempatnya salah. Tapi, siapa sih yang mau bertahan dalam keadaan seperti ini apabila kita tau semua yang mempengaruhi kita adalah setan? Salah satu sebabnya adalah kurang dekatnya kita dengan Allah. Sehingga saat kita dilanda masalah dan kesedihan, yang diingat pertama kali bukanlah Tuhannya. Padahal Tuhan adalah tempat kita mengadu.

Ingin berubah? Sama! Ada berbagai banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi persoalan seperti ini yaitu :
1. Lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dengan minta petunjuk kepada Allah atas kekurangan kita dengan menumbuhkan rasa bahwa kita akan memperbaiki diri menjadi insan yang lebih baik. Sesuai dengan QS AL-Baqarah:22, “Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang membersihkan diri.”
2. Berkumpul dengan orang-orang sholeh. Dengan merekalah yang akan mengingatkan kita sehingga kita saling mengingatkan dan memperbaiki diri.
3. Membiasakan diri untuk selalu mengingat Allah. Bila suatu waktu kita keceplosan dengan kata kasar tersebut, cepatlah ucap istighfar, yaitu “Astaghfirullahaladzim” yang artinya : “Aku mohon ampun kepadamu Ya Allah”

Lisan atau perkataan manusia memang wajib untuk dijaga. Karena lisan mencermikan seseorang. Seperti pada pepatah “Salamatul insan fi hifzhil lisan” yang artinya : keselamatan seseorang terletak pada kemampuannya menjaga lisan.

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak di hari kiamat daripada budi pekerti yang baik. Dan sungguh Allah membenci orang yang suka berkata keji, berucap kotor/jelek.” (HR. At-Tirmidzi No. 2002, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Ash-Shahihah No.876)

Bukannya saya sok menilai atau mengkritisi, tapi hanya ingin belajar dan berusaha memperbaiki diri dengan saling mengingatkan dari apa yang sering kita jalani. Yuk semangat jadi lebih baik! :D

You May Also Like

0 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D