Halo, selamat pagi

by - 3:47:00 AM

Halo, selamat pagi. Kamu tau ini jam berapa? Yap, 9.30.

Di malam Senin, saya mencoba untuk mendalami mata pelajaran yang akan diujikan di hari Senin. Begitu jam menunjukan angka 21.00, entah apa yang membuat mata untuk lebih tertarik menyimak twitter daripada buku tersebut. I read some tweet, that's boost my mood. Meskipun saya tak tau apa yang dimaksud, untuk siapa, dan bertujuan apa. Hingga akhirnya saya lelah dan mencoba untuk tertidur.

Tepat pukul 03.30 alarm "Hallo Patrick, ini aku Spongebob, aku butuh bantuanmu" berbunyi. Melihat buku mapel yang akan diujiankan pada hari ini terlihat menyedihkan. Karena rasa kantuk yang super dahsyat, akhirnya saya tertidur kembali.

04.30, saya terbangun. Mencoba memamahi dan menyimak apa yang tertulis. Dari kegiatan tersebut, saya baru menyadari kenapa semalam saya tidur terlalu cepat. Ini sumpah gila keren banyak banget pelajarannya. Dasar cemen. Akhirnya saya mencoba berpikir. Bukan berpikir mengenai mapel yang akan diuji nanti, namun memikirkan suatu rencana.

05.00, Ayah membuka pintu kamar. Cukup lama berdiri dan melihat anak perempuannya membuka buku, akhirnya beliau keluar dan menutup pintu tersebut.

06.15, saya mandi pagi. If you know what I mean, pasti kamu mengerti apa yang telah direncanakan. Untuk pertama kalinya, saya keluar rumah bersama adek, kakak, dan ayah yang akan mengantar mereka.

Melewati Jalan Supriyadi, menuju Simpang Lima, dilanjutkan Sungai Banjir Kanal Barat dan diakhiri melewati Tugu Muda. Rute perjalanan hari ini memang cukup panjang. Dan menikmati perjalanan adalah salah satu hal favorite saat mengendarai.

Home. "Yah...ayah.." Teriak saya dari lantai dasar. Ayah yang sedang mengurusi ayam barunya berlari kaget serta bilang, "Apa ta??!!". Seperti terkejut, mengapa anak perempuannya kembali ke rumah. Saya mengatakan bahwa saya terlambat, dan di hari itu saya memakai sepatu putih. Akhirnya Ayah memberikan tanggapan yang tak mengenakkan. Ketidakrelaan orangtua akan perilaku anaknya.

Ganti baju dan cepat-cepat membuka buku. Oh iya, kalau lagi buka buku pasti selalu ingat akan pesan dari seseorang pemilik tempat minum Angry Bird, "Kalau mau baca, berdoa dulu biar dikasih pemahaman sama Allah”. Disaat itu saya mulai khilaf dan menyesal akan kegiatan semalam.

Sudah selesai akan pekerjaannya di pagi hari, Ayah turun dan menuju ke kamar saya. Dan dugaan saya salah. Ayah senyam-senyum mringis seperti memergoki bahwa anaknya mempunyai rencana yang nakal. He knew me.

Akhirnya saya menjelaskan apa yang direncanakan. Melihat dari raut wajah Ayah yang sepertinya agak nggak rela, akhirnya beliau mengerti. Biarkan anaknya yang akan menanggung semua. Menanggung susulan. And I must prove it to my super daddy.

Sebenernya itu adalah notes hari Senin yang nggak sempet ke-update. Jangan ditiru dan semangat susulan!

You May Also Like

0 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D