Sugesti

by - 9:13:00 PM

Banyak dari kita yang terlalu memanjakan diri termakan sugesti yang dilahirkan di pikiran kita., sehingga sugesti tersebut tumbuh dan saling menguatkan. Antara keinginan dan bayang-bayang sugesti. Yang sebenarnya kita mampu, namun kita menolaknya.

Seperti contohnya memakan obat tablet. Banyak dikalangan teman-teman SMA, bahkan saya pun juga termakan sugesti tersebut. Ketidak bisaan memakan obat tablet sejak kecil terus tumbuh hingga sekarang. Seperti yang saya lakukan dua hari yang lalu yaitu memakan obat tablet flu yang berukuran lumayan besar. And finally I did it. Obat itu berhasil saya makan sebanyak 2 tablet dalam 2 hari. Ketika saya mencoba untuk obat yang ketiga di hari ketiga, saya mencoba dengan memadukan martabak coklat sisa semalam. Oke obat masih belum tertelan. Gagal. Lalu saya keluarkan obat tersebut. Sebegitu menjijikan pasti yang membaca :p lalu saya coba untuk memakan kornet. Obat tersebut masih belum tertelan. Gagal. Lalu saya keluarkan obat tersebut. Dan ini yang ketiga. Saya mencoba memakannya dengan martabak telur. Ketika mulai menelan, saya pun agak tersedak dan terbatuk-batuk dengan benda yang menurut saya berukuran cukup besar untuk langsung tertelan di dalam tenggorokan saya. Dan ketika saya minum, obatnya masih untuh....didalam mulut. Jadi sesuatu yang membuat saya tersedak itu bukanlah obat, namun daging dari martabak telur tersebut. Tapi kali ini obatnya terbelah menjadi 2 dan itu membuat semakin pahit. Oh God......akhirnya di hari itu saya nggak jadi minum obat hingga sekarang.

Padahal sesungguhnya saya sanggup menelan beberapa agar-agar tanpa dikunyah. Bahkan permen pun juga pernah saya telan. Apakah itu merupakan sugseti bahwa obat itu pahit dan besar sehingga tak ada keberanian untuk menelan? Padahal masalah dari obat tersebut adalah ukurannya yang besar, bukan dari masalah pahitnya.

Yang kedua, jarum suntik. Banyak dikalangan teman-teman SMA *hahaha membela diri* dan termasuk saya tersugesti menghindari barang tersebut. Padahal sesungguhnya kecepit pintu itu lebih sakit dibandingkan disuntik. Dan sesungguhnya sariawan di dalem mulut selama seminggu lebih sakit dibanding suntik. Apakah hal ini berhubungan dengan pengalaman buruk dengan jarum suntik?

Ketika melihat teman-teman yang sudah berumur 17 tahun melakukan donor darah, seperti ada rasa malu dan takut. Kenapa malu? Ya karena saya 17 tahun dan mereka juga. Apa bedanya? Kenapa nggak bisa ikutan nolong orang yang lagi membutuhkan darah? Mereka yang keluar dari UKS membawa snack makanan sambil memegangi tangan dengan kapas bekas suntikan jarum yang menyedot darah mereka. Takut? Ya karena saya takut apabila saya ikutan, disana malah merepotkan. Nggak ada yang tau kan nanti saya jadi apa setelah jarum itu memasukan dirinya kedalam kulit? Senang? Gembira? Riang? Lemes? Pingsan? Atau mati?

Saat MIB atau bahasa kerennya Muteri Imam Bonjol. Jadi, MIB adalah tradisi olahraga di sekolah saya saat awal tahun pelajaran dengan berlari memutari jalan Imam Bonjol. Seperti biasa, kalau laki-laki batas ketentuan minimal harus diatas 12 menit dan perempuan 17 menit.

Dulu sewaktu duduk di kelas X, urutan MIB saya hampir rendah. Kebanyakan jalannya sih hehehe. Ya sekitar 17 menit kebawah, padahal temen-temen yang lain pada 16 keatas. Akhirnya remidi. Tapi sewaktu lari, saya berusaha menyalip seorang kakak kelas yang memang larinya stabil. Namun ketika saya mulai untuk banyak berjalan, kakak kelas itu menyalip saya dengan lari stabilnya. Hingga akhirnya saya gagal untuk menyalip balik karena dia terlalu jauh untuk saya raih *halah*. Di kelas XII saya mencoba dengan trik kakak kelas tersebut, dengan lari stabil. Awalnya emang beneran sumpah capek bangeeeeeeeeeeet, dan akhirnya gue bisa nyalip temen saya yang tadi di awal yehehe. Seperti biasa, saya juga jalan waktu itu, padahal sebenernya sanggup.

Sebenernya kita semua itu sanggup. Kita semua itu bisa, bisa berlari diatas 17 menit, MIB dengan lari stabil. Ya karena itu, sugesti yang membuat pikiran kita buat bilang, ”Capek lho....nanti kalau jantungmu berhenti gimana?” atau bilang, ”Kalau udah capek tu nggak usah dipaksain, orang temenmu masih banyak dibelakang.”

Dan masih banyak contoh lain mengenai sugesti yang telah mengendalikan tubuh kita. Sepele sih, tapi dampaknya luar biasa. Pernah denger kutipan gini, ”Bersikap keraslah kamu pada dirimu sendiri, maka kehidupan akan lunak kepadamu dan bila kamu lunak pada dirimu sendiri, maka kehidupan akan keran kepadamu.” Yang penting lakukanlah semampu kita. Jangan terlalu memanjakan diri sendiri, apalagi sekarang udah kelas 12, harusnya lebih tau diri. Boleh sih memanjakan diri seperti melakukan refreshing, tapi menurut kadar dan kebutuhannya aja. Ya intinya, jangan terlalu memanjakan diri sendiri. :D

You May Also Like

0 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D