The book with no name - Anonymous

by - 11:05:00 PM


Kayak nggak tau diri. Udah pernah pinjem buku ini, berhari-hari. Hasilnya? Nggak mudeng dan nggak selese. Masih penasaran apa yang pernah dia ceritakan dan menyurutkan keinginan untuk menjadi spoiler, buku ini saya pinjam lagi. Membayangkan, betapa nikmatnya bersantai menikmati teh sambil duduk membaca buku dan ternyata rencana ini hanyalah omong kosong. Buku ini tergeletak di meja, berhari-hari, bahkan mungkin sebulan. Ketika ujian kenaikan kelas hampir usai, buku ini menarik perhatian saya. That's big problem. Ketika pemiliknya melarang untuk membuka terlalu bersemangat, terkena minyak, apalagi tertekuk. Saya melihat buku itu.........tertekuk. Dan parahnya, buku itu sobek. Oh my God.....langsung nggak konsen, panik, dan aaaa what I must to do. Bener-bener nggak tau diri.

Berharap toko buku deket sekolah masih mempunyai stock persediaan buku tersebut. And finally, tara! I found it. Mencoba menyelesaikan untuk membaca buku tersebut. Meskipun sulit untuk memahami novel fiksi bergenre gangster terjemahan dengan menggunakan bahasa yang rumit. Anggap saja ini pelampiasan dari kegiatan rutin sehari-hari. Menikmati sebuah buku dengan duduk bersantai ditemani sebuah teh, ternyata cukup sulit dan membuat ngantuk. Lebih nggak tau diri kalo pinjem buku tapi nggak dibaca. Akhirnya buku ini selesai. Meskipun ditengah cerita harus membutuhkan orang untuk menemani membaca novel tersebut. Memalukan.


Akhirnya saya merasakan apa yang dia rasakan. Semacam nggonduk dan kepuasan tersendiri. Nggak semua tokoh yang tercantum sesuai dengan harapan yang kita bayangkan. Di tiap babnya memang sengaja lompat-lompat dari sudut pandang beberapa tokoh di cerita tersebut. Hingga akhirnya saya temui dia tadi pagi. Mengembalikan buku yang selama 1 bulan lebih menginap di rumah. Thanks, Siwi :D

You May Also Like

2 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D