One year with sosis

by - 9:41:00 PM

Dimulai dari hari Jum’at. Diwaktu itu saya berangkat pagi untuk mengerjakan tugas organisasi. Mondar-mandir kesana kemari, mencari tanda tangan demi dateline yang telah dijanjikan. Semua hancur di hari itu. Hari dimana rapot akan dibagikan. Dan saya? Dengan memakai seragam pramuka masih sempet-sempetnya keliling sekolah. Maluuuuuuuuuu banget ya, nggak tau nilai hancurnya kayak gimana. Dan telfon pun berdering. Deg. Ayah saya. Ya Allah, mati rasanya. Akhirnya saya beranikan diri untuk mengangkat telfon tersebut. Dengan melakukan percakapan yang cukup panjang, Ayah bilang kalo saya *piiip* dan disaat itu langsung lemes. Oh my God....apa lagi ini. Badan gemeteran dan langsung nangis. Lalu, Ayah menyuruh saya untuk ke perpustakaan dan menyelesaikan buku yang belum saya kembalikan sebagai syarat untuk menerima rapot. Ya Rabb....whats wrong with me. Akhirnya saya meluncur ke perpustakaan dan WAAAAAA bukunya udah saya kembaliin dari jauh-jauh hari tapi.....nggak terdaftar. Perpusnya butuh bukti, tapi saya nggak bawa bukti tersebut. Aaaaaaaaaaaaaaa mumet, tapi alhamdulillah perpus masih punya datanya. Akhirnya saya menemui Ayah di Ekonomi 2. Diluar kelas saya liat temen-temen yang lagi pada nunggu dan mereka pake baju bebas. Baca lagi ya guys, baju bebas! Malu rasanya apalagi waktu itu saya lagi make baju pramuka! Just me and only me. Dan lebih parahnya kalo mereka tau saya *piiip* kata Ayah di telfon. Apalagi waktu di telfon suara beliau kayak malu dan kayaknya beliau bersiap-siap untuk *piiip*. Ketika saya menemui beliau dan membuka rapot........aaaaaa alhamdulillah sumpah ya disaat itu langsung nangis kejer HAHAHAHAHAHA dan beliau ketawa.

Terasa asing. Saya beranikan untuk ‘sok kenal sok akrab’ dengan mereka. Lalu meminjam segala catatan selama 3 hari yang mereka punya. Konyol banget, apalagi sok-sokan jeba-jebe waktu buka bersama. Sok-sokan nyambung waktu mereka cerita horor. Dan mereka ngerasani dari belakang. Hahaha yampun....memalukan.

Memiliki anggota kelas yang beraneka ragam membuat kita mau tidak mau harus tetap membaur dengan mereka satu sama lain. Agak rumit dan sulit, tapi ya bagaimana lagi. Setiap pertemanan pasti terdapat suatu permasalahan kan? Seenggaknya kita harus banyak-banyak bersyukur kelas ini bisa dapet masalah. Dari kegiatan rutin yang membosankan hingga event-event besar smaga mulai dari CBC, PaPi Smaga, dan Classmeeting.

Mulai dari para penduduknya, Alvian yang pinter matematika dan photography, Anang si rambut mangkok yang punya bulu mata lentik, Arinta yang jago banget bahasa inggris, Chaca yang paling muda jago ngecheers, Via yang gila akan 1D dan punya badan yang empuk, Dea yang pinter main basket dan sukanya sarapan susu Milo, Gitta yang jago nyanyi penyuka watermelon, Hajar yang sepertinya tertutup ternyata punya banyak keunikan (open her blog : http://zizatoens.wordpress.com/), Ima yang punya mata kayak kucing dan suka cerita tentang adeknya yang masih kecil, Imom si ketua kelas calon PaPi Smaga, Isab si anak KSnya Sosis yang kalo makan paling banyak tapi nggak gendut-gendut, Maidha yang  hampir mirip Selena Gomes yang punya rambut ikal menggemaskan, Bella yang sukanya bikin cerita di binder dan selalu makan Roti bagaikan bule, Afifah yang super alim tapi punya suara yang merdu, Nunu penggerak kelas yang jago bikin cupcake tapi sekarang udah pindah ke Bogor, Putri yang rajin dan selalu tersipu bila dipuji, Dita yang sukanya foto dan ketemu orang luar negri tapi jago nari jawa, Renny yang ternyata kelahiran 97  dan gampang dibohongin, Yip yang punya hidung gedhe dan sukanya dipanggil kayak anak ayam (yip..yip..yip), Rizal orang terajin dan terkritis sekelas yang punya pikiran jorok dan selalu menghibur dengan cerita-cerita parahnya, Sasi yang punya kepala menggemaskan seperti permen lolipop, Sena si anak polos yang punya kaus kaki menjijikan dan jarang di cuci namun perhatian, Siti yang paling pendiem tapi sebenernya dia cerewet, and the last Siwi yang mempunyai wajah rupawan namun kreatif dan mempunyai bau khas apabila berada disebelahnya, open her blog (http://www.anothersidehitambiru.blogspot.com/).

Selain itu, dimana 6 bulan atau setengah tahun sosis selalu menjadi pahlawan super saat negara api menyerang nguahaha. Dari mulai cabut kelas dan balik ternyata kelasnya udah pindah. Yang paling parah waktu cabut nggak bawa tas, dan tasnya berkali-kali dibawain temen. Padahal tasnya berat gila hahaha parah. Dari nangis gara-gara masalah sepele dan ditinggal Nunu ke Bogor sampe ketawa ngakak yang bener-bener ngakak sampe akhirnya kapok buat ketawa ngakak lagi. Tempat sebuah pelampiasan kesenangan kalo habis berpapasan dengan seorang moodbooster hahahahahaha parah seems like crazy student tapi nggak papa yang penting seneng. Lalu menemukan para bloggers sosis yang hobi nulis dan selalu mendukung dunia blogging yang kata orang ‘nggak penting’. Bisa bikin band hahaha miss that moment deh pokoknya dan blablabla yang emang harus dipendem dan dinikmatin sendiri :”)















Setiap kelas pasti memiliki kenangan tersendiri. Nggak perlu merasa sombong bahwa kelasmu inilah, itulah, atau apalah.Tapi yang pasti ‘buatlah kelasmu hebat di mata mu’ karena pasti semua kelas memiliki kehebatan masing-masing menurut versi penduduknya sendiri". Intinya, terimakasih SOSIS (Sosial Siji Ndes) untuk satu tahun yang penuh memiliki arti. Kalian semua memang hebat dan kalian memang harus hebat. See you on 12th grades! Semoga sukses!

You May Also Like

2 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D