berantakan

by - 2:46:00 PM

Hey blogger sekarang keadaan emang bener-bener suntuk. Entah kenapa hidup itu penuh hambatan ya guys. Hidup tanpa masalah itu memang hambar rasanya, ibarat daging yang mau dimasak dan kita harus milih bumbu yang bermacam rasa dan pastinya akan mengena di lidah. Nggak mudeng ya? Yaudah, lupakan. 

Guys i had more problem on this week dan pastinya nggak bakal bisa terbendung lagi. Oke, masalah ini dimulai dari seorang adek yang bertanya kepada kakaknya tentang id dan password akun suatu situs milik kakaknya, dimana kakaknya jarang nge-online-in akunnya dan dia punya banyak email serta password. Seorang kakaknya itu mencoba mengingat kembali id-nya dan...dia ingat! Oke good news, lalu sang adik mencoba tanya passowordnya, sang kakak mencoba mengingat kembali, udah berapa lama dia nggak pernah nge-on-in...finally kakaknya bilang lupa. 

Sang ibu pun mendekati sang kakak dan istilahnya dia mengamuk bagaikan sang kakak telah membunuh sang adek. Oke disitu gue uda ngerasa males. Males? Jelas lah. Capek maximal. Udah berapa lama dan uda berapa kali gitu ya. Aku tau aku emang gampang nangis kalau digituin apalagi sama emak sendiri. Lemah? Memang! Dan disaat itu gue lagi makan telur asin, gue gak nunjukin kalo aku lemah. Pengen nangis? Tentulaah! Tapi disitu gue tetep jaim, tetep cool, dalam artian anak liar. Oke fine, egois memang sifat yang masih hinggap di diriku. Dan hingga akhirnya saat ini gue masih menunjukan keliaran ku sebagai anak liar yang pulang setiap jam 5 sore, bahkan pas adzan maghrib. 

Aku tau maksud mereka, aku juga rindu dengan hidup sebagai anak lain pada umumnya, yang dihari-harinya hanya diisi pulang jam setengah 3 lalu les hingga jam 4 dan pulang dengan perasaan males karena jam 4 itu udah kesorean. Dimana jarang bahkan nggak pernah merasakan 1 bis lagi dengan kakak idaman yang super andalan. Dimana hari-harinya dipenuhi dengan remidi dan cupu abiz. Dimana di kelasnya terkenal dengan seorang anak yang sok aktif tapi bego karena selalu remidi. Dimana dia kalau ngomong nggak jelas, kata-kata nggak diatur, medok, dan sedikit gagap dan gorgi jika berbicara dengan orang lain. Dimana setiap pulang jam setengah 3, dia selalu jajan di luar sekolah dan menunggu jemputan, so i can conclude that i miss this moment. Aku tau, roda akan selalu berputar, karena Allah menginginkan hidup kita berwarna. Aku selalu memendam semuanya dan kutuangkan ke dalam tulisan agar terlihat dramatis dan unyu. Finally, dari kejadian di atas.. Aku pengen hatiku sekuat baja dimana dia nggak akan goyah walaupun diguncang. Dimana dia nggak akan pernah lemah dan cengeng kalau dia dirobohkan. Tapi aku juga nggak mau hatiku sekuat baja, karena aku nggak mau kalau nantinya aku nggak peka. So? Who’s care?

You May Also Like

0 komentar

Haloooo! Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar ya! :D